Mantan Petinggi BNI Ditahan

Mei 8, 2008 at 1:22 pm Tinggalkan komentar

Kasus dugaan korupsi turunan kasus BLBI tengah diusut Kejaksaaan Agung (Kejagung). Dugaan itu mengarah ke tubuh BNI 46 dalam bentuk kredit macet. Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan 7 mantan petinggi BNI 46 sebagai tersangka. Dua diantaranya sudah ditahan.

Kedua mantan petinggi BNI 46 yang ditahan itu adalah Jarot Ramelan Suseno yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Investasi dan Jasa Keuangan, serta Garna Komarudin-Relationship Manager Operation. Mereka merupakan dua dari 11 tersangka yang telah ditetapkan Kejagung.
Dari ke-11 tersangka tersebut, tujuh tersangka adalah mantan petinggi BNI, yaitu 3 mantan Direksi BNI dan 4 mantan kepala divisi. Sisanya berasal dari PT Industri Baja Garuda (IBG)-3 orang, dan seorang perantara lelang aset PT IBG, yakni Hendrayanto-Dirut PT Bahana Tjipta Sakti. Namun, dua tersangka dari PT IBG masuk daftar pencarian orang, sedang seorang lagi, yakni Direktur Utama, menderita penyakit stroke.

“Dua ini kita isolasi (tahan),” ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Marwan Effendi di kantornya, Gedung Bundar, Kejagung, Selasa (29/4). Keduanya kini ditahan di Rumah Tahanan Kejagung.

Kasus ini bermula pada tahun 2001. Kala itu, BNI 46 berencana membeli aset kredit PT IBG yang berada di Medan, Sumatera Utara, dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Hal itu dilakukan dengan melanggar prosedur sebagaimana yang berlaku di BNI.

Ironisnya, hasil pembelian justru dijadikan fasilitas kredit pada PT IBG. Selain itu, BNI juga memberi kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 50 miliar kepada PT IBG yang akhirnya macet. Kerugian negara seluruhnya diperkirakan Rp 299 miliar.

Kasus tersebut semula dicium oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun pada tahun 2005 kemudian diambil alih oleh Kejagung. “Sebelum membeli, seharusnya diteliti dulu karakternya. Harusnya berkunjung ke lokasi, tapi tidak dilakukan,” ungkap seorang penyidik Kejagung.

Selain kedua tersangka diatas, Kejagung sebenarnya juga akan menahan dua tersangka mantan kepala divisi BNI lainnya, R dan MAS. Namun, mereka tidak memenuhi panggilan Kejagung sehingga belum bisa dilakukan penahanan.
Pengacara Jarot dan Garna, T Nasrullah, menyatakan akan mengajukan penangguhan penahanan kliennya.

Alasannya, keduanya dinilai kooperatif dalam setiap panggilan Kejagung. “Mereka juga sedang sakit. Pak Jarot menderita sakit jantung,” imbuh Nasrullah. sofyan hadi

Entry filed under: SENSOR HUKUM. Tags: .

HAKIM AGUNG VS HAKIM NEGERI Biaya Perkara di MA Harus Diusut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2008
S S R K J S M
« Feb    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 6,970 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Kategori

NOMOR TELEPON PENTING

Pengaduan Hukum & HAM Komnas HAM 021-3925253 YLKI 021-7971378 LBH Jakarta 021-3145518 PBHI 021-322084 POLISI Mabes Polri 021-7218555 Polda Metro Jaya 021-5234000 Polres Jakarta Pusat 021-3909921-22 Polres Jakarta Utara 021-431394 Polres Jakarta Barat 021-5480303 Polres Jakarta Selatan 021-7206004 Polres Jakarta Timur 021-8191476 KODAM Kodam Jaya 021-8090837 Kodim Jakarta Pusat 021-6540103 Kodim Jakarta Utara 021-6512584 Kodim Jakarta Barat 021-5671189 Kodim Jaksel 021-7203070 Kodim Jakarta Timur 021-4804719 PEMADAM KEBAKARAN Jakarta Pusat 021-3841216 Jakarta Barat 021-5682284 Jakarta Timur 021-5852150 Jakarta Utara 021-493045 Jakarta Selatan 021-7694519
Jangan Asal Copy Paste Ya...

%d blogger menyukai ini: