Tingkah Pola Kapak Merah

Februari 22, 2008 at 8:58 pm Tinggalkan komentar

Penjahat bersenjatakan kapak berwarna merah bukan cuma cerita belaka. Aksi mereka nyata dan telah membuat ekstra kerja aparat kepolisian.

Setelah beberapa bulan redup, ternyata aksi penjahat bersenjatakan kapak berwarna merah kembali marak. Kejahatan komplotan kapak merah seakan tak bisa terhapus dari jalanan ibukota. Walau petugas sering menggulung komplotan itu, namun kejahatan dengan modus serupa selalu saja terulang.

Pekan lalu, aparat kepolisian mencokok aksi mereka di dua tempat berbeda, yakni di kawasan fly over Simprug, Permata Hijau, Jakarta Selatan dan di pertigaan Taman Ria Senayan, Jakarta.
Menurut cerita, penjahat kapak merah bernama Syahrul (24) berniat menggedor kaca mobil mewah di fly over Simprug. Namun kaca mobil tidak pecah. Pengemudinya pun kabur dan melaporkan kejadian yang dialaminya ke pospol tak jauh dari TKP.

Polisi pun tak tinggal diam. Pelaku yang hanya berjalan kaki pun akhirnya dikejar. Sayang, larinya tidak secepat peluru polisi. Bersamaan dengan suara, “Dor!!!!” Syahrul tersungkur karena paha kanannya berlubang ditembus timah panas.

Syahrul yang sebelumnya berjualan di atas kereta api, tinggal di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, mengaku terpaksa merampok lantaran tuntutan ekonomi. Dia tidak memiliki pekerjaan setelah dilarang berjualan di atas KA.

“Sebelum menjadi rampok kapak merah, dulu nyongkel spion sekitar satu setengah tahun lalu. Lumayan, satu kaca spion Rp 5OO ribu. Dipidana sembilan bulan,” ujar Syahrul dengan kaki terpincang saat di giring ke Mapolres Jakarta Selatan.

Dia menuturkan, pada empat aksi perampokan sebelumnya berhasil menggasak HP dan jam tangan. Semua hasil rampokannya dijual di Bogor dengan harga sekitar Rp1 juta. “Kalau tempat operasinya berpindah-pindah,” akunya.

Lain lagi cerita Rendy Saputra (16). Dia dicokok polisi saat tengah beraksi di pertigaan Taman Ria Senayan, Jakarta. Ketika pengejaran, dia sempat terkencing-kencing (ngompol) karena ketakutan melihat polisi mengacungkan pistol.

Saat itu Rendy dan salah seorang temannya menodong Dian (23), pengendara Honda Jazz yang terjebak macet di jalan yang mengarah ke Grogol. Dian kaget karena tiba-tiba ada 2 pria yang menghampirinya dari sisi kanan dan kiri. Apalagi keduanya langsung mengacungkan kapak merah ke arah jendela mobilnya sampai memberi aba-aba agar dia menyerahkan HP miliknya.

Karena ketakutan Dian menyerahkan ponsel Nokia 2600 yang diletakkan di pangkuannya.
Namun ketika hendak kabur setelah berhasil menggondol HP korbannya, keduanya dipergoki petugas Jatanras Polda Metro Jaya yang sedang melintas di lokasi tersebut.

“Petugas langsung mengejar kedua pelaku sambil meletuskan tembakan peringatan. Satu orang tertangkap,” ungkap Kasat Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadil Imran.

Kepada petugas, Rendy mengaku sejak putus sekolah dia memilih mengamen di jalan hingga ikut komplotan Kapak Merah yang sedang menebar aksi kejahatan di perempatan-perempatan jalan. Dia mengaku hasil merampoknya digunakan untuk foya-foya.

Kemacetan sebagai picu
Ya, pengemudi mobil pribadi harus waspada jika terjebak antrean di perampatan jalan saat lampu pengatur lalu lintas menyala merah. Kawanan kelompok penjahat kapak merah yang beroperasi di perampatan jalan muncul kapan saja menyatroni mobil anda.

Kelompok penjahat jalanan yang satu ini memiliki ciri khas tersendiri. Dalam setiap aksinya mereka membekali diri dengan senjata tajam jenis kapak yang gagangnya dicat warna merah.
Kawanan pelaku itu dikenal nekat dan sadis. Mereka tidak segan-segan melakukan aksi kekerasan atau pengrusakan jika keinginannya tidak dipenuhi.

Kapak merah yang menjadi senjata utama penjahat jalanan yang satu ini selain untuk menakuti calon korban juga sering digunakan untuk merusak mobil korban jika mencoba melakukan perlawanan. Pelaku kapak merah selalu beroperasi di perampatan ketika lampu pengatur lalu linta menyala merah.

Sasaran utama pelaku adalah pengemudi mobil yang sendirian dan membawa HP serta barang mewah lainnya. Korban sering dibuat tidak berdaya karena pelaku mengancam akan merusak mobil calon korban dengan kapak jika tidak mau menyerahkan barang yang mereka inginkan.
Biasanya pelaku beraksi secara berkelompok antara tiga sampai empat orang. Mobil calon korban dikepung dari kiri dan kanan sehingga korban ketakutan dan menyerahkan apa saja diminta pelaku.

Para pengemudi lain yang melihat aksi kejahatan di depan mata tidak berani bertindak karena takut jadi sasaran kebrutalan pelaku. Apalagi kawanan pelaku membawa senjata tajam yang cukup menakutkan.

Kawasan penjahat kapak merah dalam aksinya mereka tidak pernah memilih waktu apakah siang mau malam. Prinsip mereka setiap ada kesempatan harus langsung beraksi.
Selain nekat kawannan kapak merah juga dikenal jeli melihat situasi sekitar lokasi. Mereka tidak mau terjebab polisi yang sering menyamar sebagai pengamen atau warga biasa.

Menurut pemantauan, aksi penjahat kapak merah dipicu oleh adanya peluang ketika pengendara kemdaraan terjebak macet. Tercatat 70 lokasi kemcaeten yang membuat mata penjahat menerkam korbannya.

Aksi ini biasa dilakukan oleh bandit kapak merah. Modusnya pelaku menggetok kaca mobil minta korban menyerahkan HP, perhiasan yang dikenakan, dompet dan barang berharga lainnya. Berani melawan, kaca mobil bisa langsung dihantam, saat itulah kawanan pelaku merampas harta korban lalu kabur. Tak hanya itu, pelaku tak segan-segan membacok korbannya. Daripada mati konyol, banyak korban membiarkan saja aksi mereka.

Ditengarai sebagai lokasi rawan tindak kejahatan di antaranya, di Jakarta Pusat: di perempatan Coca Cola, Jalan Ahmad Yani, Simpang Lima Senen, dan di Jalan Asia Afrika, Senayan. Jakarta Timur: di perempatan Pasar Rebo, Perempatan Arion, Rawamangun. Jakarta Utara: Jalan Raya Cacing, Cilincing, perempatan Mambo, Tanjung Priok, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan teluk Gong, dan Jalan Ampera. Di Jakarta Selatan: di perempatan Pancoran, Mayestik, Jalan Cipete Raya, Jalan Raya Cilandak, dan daerah Pasar Jumat. Jakarta Barat: ruas jalan layang di Jalan S. Parman arah Slipi, Perempatan Grogol, Perempatan Tomang tepatnya dari arah Tol Kebon Jeruk, Perempatan Cengkareng dan Pesing. mangontang

Entry filed under: AKTUAL, SENSOR HUKUM. Tags: .

Hukuman Mati Buat Sang Pembunuh Apa Kabar Jaksa Kasus BI?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 6,970 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Kategori

NOMOR TELEPON PENTING

Pengaduan Hukum & HAM Komnas HAM 021-3925253 YLKI 021-7971378 LBH Jakarta 021-3145518 PBHI 021-322084 POLISI Mabes Polri 021-7218555 Polda Metro Jaya 021-5234000 Polres Jakarta Pusat 021-3909921-22 Polres Jakarta Utara 021-431394 Polres Jakarta Barat 021-5480303 Polres Jakarta Selatan 021-7206004 Polres Jakarta Timur 021-8191476 KODAM Kodam Jaya 021-8090837 Kodim Jakarta Pusat 021-6540103 Kodim Jakarta Utara 021-6512584 Kodim Jakarta Barat 021-5671189 Kodim Jaksel 021-7203070 Kodim Jakarta Timur 021-4804719 PEMADAM KEBAKARAN Jakarta Pusat 021-3841216 Jakarta Barat 021-5682284 Jakarta Timur 021-5852150 Jakarta Utara 021-493045 Jakarta Selatan 021-7694519
Jangan Asal Copy Paste Ya...

%d blogger menyukai ini: