Hukuman Mati Buat Sang Pembunuh

Februari 22, 2008 at 8:56 pm Tinggalkan komentar

Sidang pembunuhan dan perampokan pemilik Lokasari Sauna mulai digelar. Ancaman hukuman mati pun terucap dari mulut jaksa.

Chan Kwok King alias Steven 31 tahun, terdakwa kasus pembunuhan dan perampokan terhadap ayahnya sendiri yang juga pemilik Lokasari Sauna, Chan Kwok King alias Ricky 53 tahun dan istri kelimanya, Susilowati Liana alias Lili 25 tahun, terancam hukuman mati.

Selain dirinya, kedua temannya yakni Yusuf Supriyadi dan Suhendra alias Ompong juga diadili.Yusuf dan Ompong dituduh turut membantu pembunuhan. Ketiganya diajukan ke meja hijau dalam satu berkas perkara nomor registrasi perkara: PDM14/ Jak.Bar/ 01/ 2008.

Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Steven dengan tiga pasal sekaligus.”Perbuatan yang dilakukan para terdakawa, yakni Steven, Yusuf, dan Suhendra alias Ompong diatur dan diancam pidana pasal 365 ayat (2) jo ayat (4) dan Pasal 340 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP,” tutur JPU Bambang Suharyadi.

Ancaman maksimal hukuman yang diatur dalam Pasal 340 KUHP yang didakwakan terhadap Steven dan kawan-kawan adalah hukuman mati. Pembunuhan dan perampokan yang dilakukan Steven dan dua orang rekannya 14 Oktober tahun lalu sempat membuat geger warga ibukota.

Steven mencoba menghilangkan jejak aksi pembunuhan dan perampokan itu. Setelah Lili yang juga ibu tiri Steven dibunuh, mayatnya ia masukan ke dalam sebuah koper dan dihanyutkan di kali Ancol, Jakarta Utara. Sementara ayahnya, Ricky yang tewas kehabisan nafas karena dibekap, dilaporkan sakit jantung. Bambang, dalam dakwaannya mengatakan, seminggu sebelum kejadian, Steven yang terlilit utang telah berencana mengambil barang milik ayahnya sendiri dengan cara merampok.

“Atas rencana tersebut, Steven menghubungi terdakwa II (Yusuf,-red) dan mengajaknya mengambil barang milik ayah terdakwa I,” urai Bambang. Beberapa hari kemudian, Yusuf menemui Steven dan mendiskusikan rencana mereka membunuh Ricky. “Namun, Steven meminta Yusuf mengajak seorang lagi untuk melakukan hal itu,” tutur Bambang.

Yusuf pun kemudian mengajak Suhendra alias Ompong untuk turut serta dan Ompong menyetujuinya. Sehari sebelum perampokan dijalankan (Sabtu, 13 Oktober 2007), mereka kembali berkumpul di restoran Sauna Lokasari milik Ricky dan mengatur strategi. Mereka juga menyiapkan sejumlah alat-alat untuk melakukan perampokan.

Antara lain, kunci kamar Ricky, tali rafia, dan kain sarung. Usai mengatur strategi dan menyiapkan alat, terlebih dahulu ketiga pemuda ini pesta bir. Setelah itu, mereka tidur di kamar Steven di lantai dua gedung Sauna Lokasari yang terletak di Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat. Tepat pukul 14.00, Minggu, 14 Oktober 2007, Steven dan rekan-rekannya, mulai bergerak. Mereka menuju ke kamar Ricky di lantai IV. Steven yang membawa kunci kamar ayahnya, dengan mudah masuk ke dalamnya. Di dalam kamar, Ricky sedang tertidur pulas.

Ompong yang membawa sarung langsung membekap wajah Riki dan membuat Ricky tak berdaya. Steven yang membawa tali kemudian mengikat tubuh ayahnya dan mulutnya disumpal dengan kain. Setelah itu, mereka menggasak harta benda milik Ricky. Harta tersebut antara lain uang tunai Rp 800.000, dua telepon seluler, satu kamera digital, satu hendycam, dua cincin emas, 1.000 dolar Hongkong, jam tangan, dan sejumlah kartu kredit.

Saat itu, Lili datang ke kamar Ricky. Melihat Lili datang, Steven membawanya ke dalam kamar lain. Di sana, Lili diikat dan dilakban mulutnya. “Steven lalu menyekapnya di dalam kamar mandi,” kata Bambang. Usai menyekap Lili, mereka bertiga membagi harta rampokan itu.

Kemudian, Yusuf dan Ompong pulang. Setelah kedua rekannya pulang, Steven lalu masuk kembali ke kamar mandi. Ia lantas menghampiri Lili yang terikat. “Steven lantas membungkus kepala Lili dengan plastik dua rangkap. Setelah itu, dia membentur-benturkan kepala Lili sampai tewas,” kata Bambang.

Steven kemudian keluar rumah dan membeli sebuah koper besar. Ia lalu memasukan jenazah Lili ke dalam koper dan membuangnya ke Kali Ancol. Koper yang berisi mayat itu, lalu ditemukan seorang pemulung. Setelah Bambang membacakan dakwaan, Hesmu Purwanto yang menjadi ketua majelis hakim, menanyakan kepada Steven dan teman-temannya apakah mengerti dengan dakwaan itu. “Ini ancaman hukumannya hukuman mati, apakah kamu mengerti,” kata Hesmu.

Steven yang terbata-bata jika berbicara Bahasa Indonesia pun mengangguk tanda mengerti. Ia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kuasa hukumnya. “Saya tidak akan mengajukan eksepsi dan langsung menghadirkan saksi,”kata Ridwan Sitorus kuasa hukum Steven. Āni, istri ke empat, dan Ririn, istri ke enam, sempat angkat bicara mengapa polisi hanya menjerat Steven. Mereka sempat mencurigai Tay Chien atau Ge Tai Kian, istri kedua Ricky. Wanita berusia 59 tahun dan berdarah Medan itu adalah warga negara Hongkong.

Ahmad Husin adik kandung dari Lili yang dihadirkan JPU sebagai saksi mengungkapkan di depan persidangan. Ia mengetahui kakaknya menjadi korban, ketika membaca surat kabar, satu hari setelah pembunuhan.”Saya tahu kakak dibunuh saat membaca surat kabar, satu hari setelah pembunuhan”kata Husin.

Sebelum hari nahas terjadi menurutnya, Lili selalu terbiasa berkomunikasi melalui telepon.”Kok tumben hari ini (saat pembunuhan terjadi, red) tidak ada telepon,” katanya penuh tanda tanya.
Husin juga menjelaskan kepada majelis hakim awalnya Ricky datang ke kampungnya yang berada di Jember, Jawa Timur.Untuk menikahi kakaknya secara siri.”Biasa orang kampung selalu dibodohi, agar tidak bisa menuntut apa-apa,”tuturnya.

Kemudian lelaki yang bekerja sebagai pemadu karaoke di Lokasari Sauna mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.Saat melihat Lili yang terbujur kaku, Husin tidak bisa menahan tangis. Ia melihat bekas cekikan di leher kakaknya.”Di leher kakak saya ada bekas cekikan,” tutur Husin.

Saksi lainnya, Slamet menuturkan pada pembunuhan keji berlangsung ia tengah bekerja di dapur, letaknya di lantai empat.Namun antar kamar dan dapur posisinya terhalang tembok.Maklum di lantai tersebut adalah ruangan mendiang Ricky. “Saat itu saya lagi masak dan mendapat telepon dari operator yang berada lantai satu untuk membantu Steven mengangkat koper,” ujarnya polos. Ia tidak mengetahui isi di dalam koper tersebut.”Kopernya berat banget pak hakim, saya tidak tahu isinya apa,”imbuh Slamet dengan dialek khas Jawa Timur.

Selanjutnya koper dipindahkan Slamet dan David dari lantai dua menuju lantai dasar. Setelah koper berada tepat di depan kasir, suasana restoran merangkap sauna saat itu ramai pengunjung. Steve selanjutnya mempersiapkan mobil KIA berwarna silver untuk memasukan koper ke dalam mobil dan membuang mayat dalam koper ke Kali Ancol.

Saat ketua hakim menanyakan kebenaran keterangan saksi Slamet kepada Steven, ia mengakuinya.”Iya pak memang saya yang suruh angkat koper ke lantai satu,”aku Steven. Ricky semasa hidupnya memperlakukan sama kepada empat istrinya. Lazimnya suami kepada memberikan sandang dan papan istri, meski dinikahi secara siri. Dari hasil pernikahan Saminem dan Tini menghasilkan tiga anak. sofyan hadi

Entry filed under: AKTUAL, SENSOR HUKUM. Tags: .

Tingkah Pola Kapak Merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 6,970 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Kategori

NOMOR TELEPON PENTING

Pengaduan Hukum & HAM Komnas HAM 021-3925253 YLKI 021-7971378 LBH Jakarta 021-3145518 PBHI 021-322084 POLISI Mabes Polri 021-7218555 Polda Metro Jaya 021-5234000 Polres Jakarta Pusat 021-3909921-22 Polres Jakarta Utara 021-431394 Polres Jakarta Barat 021-5480303 Polres Jakarta Selatan 021-7206004 Polres Jakarta Timur 021-8191476 KODAM Kodam Jaya 021-8090837 Kodim Jakarta Pusat 021-6540103 Kodim Jakarta Utara 021-6512584 Kodim Jakarta Barat 021-5671189 Kodim Jaksel 021-7203070 Kodim Jakarta Timur 021-4804719 PEMADAM KEBAKARAN Jakarta Pusat 021-3841216 Jakarta Barat 021-5682284 Jakarta Timur 021-5852150 Jakarta Utara 021-493045 Jakarta Selatan 021-7694519
Jangan Asal Copy Paste Ya...

%d blogger menyukai ini: