HAKIM AGUNG VS HAKIM NEGERI

Februari 22, 2008 at 9:06 pm Tinggalkan komentar

Wajah hukum kita kembali tercoreng menyusul terkatung-katungnya eksekusi Gedung Aspac (sekarang berganti nama menjadi Century Tower) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Adu kuat mempengaruhi hakim pun terjadi?

Surat bernomor W10-U3.HT.04.10.051.648 dan W10-U3.HT.04.10.051.649 tertanggal 11 Februari 2008 telah dilayangkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Zahrul Rabain kepada aparat kepolisian, Walikota, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Tramtib, Camat serta Kepala Kelurahan yang berada di Jakarta Selatan. Isinya tentang pemberitahuan eksekusi pengosongan lanjutan Gedung Aspac (sekarang berganti nama menjadi Century Tower) di Jalan Rasuna Said, Kav. X2 No. 4, Kuningan, Jakarta Selatan, pada tanggal 18 Februari 2008.

Namun, belum lagi persiapan dimulai, pada tanggal yang sama, Ketua Muda Bidang Perdata Mahkamah Agung (MA) Harifin Tumpa, yang dua hari kemudian diangkat menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung, menyampaikan surat bernomor 10/Tuada.Pdt/II/2008 kepada Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tembusan ke Ketua PN Jakarta Selatan, yang isinya agar menunda pelaksanaan eksekusi dengan sejumlah alasan yang dituliskannya. “Ya pelaksanaan eksekusi kita tunda karena ada surat dari Tunda MA,” kata Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Zahrul Rabain.

Namun Zahrul menolak pandangan bahwa surat Wakil Ketua MA itu adalah bentuk intervensi terhadap keputusan pengadilan. “MA memang punya hak untuk mengawasi pengadilan, jadi surat seperti itu wajar saja,” katanya.

Sejak itulah perkara perkara perdata antara PT Bumijawa Sentosa dan pengelola gedung Aspac PT Mitra Bangun Griya kembali terkatung-katung. Ada kesan, hakim agung melakukan intervensi terhadap wewenang hakim pengadilan negeri.

Protes pun terjadi. Sejumlah orang yang tergabung dalam Garda Republik pada Rabu (20/2) kemudian mendatangi Gedung MA. Merek memprotes tindakan Hakim Agung Harifin A Tumpa yang telah melakuka intervensi terhadap rencana eksekusi Gedung Aspac. ’’Mahkamah Agung agar dibersihkan dari oknum-oknum yang membekingi para mantan pemilik bank eks penerima BLBI,’’ kata Koordinator Aksi Herlambang Wibowo.

Pelapor sekaligus pemohon eksekusi, David ML Tobing juga tak tinggal diam. Dia menilai Harifin telah melakukan penyalahgunaan kewenangan saat menghalangi eksekusi dari putusan yang sudah berkekuatan mengikat. “Kecurigaan kami dengan penundaan eksekusi ini adanya perlakukan istimewa dari termohon eksekusi,” kata David kepada Tabloid Sensor.

Ditambahkan David, selaku kuasa hukum PT Bumijawa Sentosa, pihaknya merasa telah dirugikan atas tindakan Harifin tersebut karena gedung Aspac gagal dieksekusi. “Lembaga peradilan tertinggi itu kan seharusnya menjunjung hukum dan membela pencari keadilan,” tegasnya seraya meminta agar Bidang Pengawasan MA memeriksa Harifin dalam kasus tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kabiro Hukum dan Humas MA Nurhadi membantah MA telah melakukan intervensi dengan adanya surat tersebut. “Surat itu dikirimkan atas dasar saran saja karena ada perkara lain yang berkaitan dengan putusan sengketa gedung itu sedang berproses kasasi juga,” jelasnya.

Sayangnya Harifin tidak bisa ditemui saat Tabloid Sensor menyambangi gedung Mahkamah Agung, Rabu (20/2) sore.”Bapak tidak ada di tempat sedang ada pertemuan di Bali,” kata seorang staf bernama EkoYulianto.

Lagi-lagi kuasa hukum PT Bumijawa Sentosa tidak terima dengan alasan penundaan oleh hakim agung. ”Memang yang kalah selalu bikin gugatan dengan tujuan menghalang-halangi eksekusi,” kata David.

Diutarkannya keputusan menunda eksekusi yang dilancarkan pihak Mahkamah Agung merupakan alasan yang tak masuk akal. ”Tidak bisa dijadikan alasan, buat apa diputus kalau tidak bisa dijalankan,” katanya dengan nada kesal.

Menurut David, perkara yang dimaksud Mahkamah Agung adalah gugatan pembatalan jual beli dari BPPN kepada PT Bumijawa Sentosa. Gugatan dilakukan oleh PT Mitra Bumi Griya (penggelola Century Tower). ”Andai perkara ini menang, uangnya masuk ke kas negara bukan beralih ke pihak penggelola,” jelasnya.

Dirinya bersedia memenuhi panggilan apabila Mahkamah Agung memanggilnya. ”Saya siap dipanggil untuk buka-bukaan (kasusnya),” jawabnya.

David juga menduga ada perlakukan istimewa yang dilakukan pihak Mahkamah Agung kepada PT Mitra Bumi Griya. ”Ada perlakuan istimewa kepada termohon eksekusi melalui kuasa hukum Lucas dan rekan,” katanya.

Namun, saat Tabloid Sensor mengkonfirmasi tentang tudingan miring yang diarahkan kepada Lucas kuasa hukum PT Mitra Bumi Griya perihal terbitnya surat penudaan ekseskusi, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Menurut seorang petugas keamanan yang tidak bersedia ditulis jatidirinya di Kantor Lucas & Patners gedung Metropolitan I. ”Bapak lagi keluar kota sejak dua hari lalu,” tanpa menjelaskan lebih lanjut seraya meminta papan nama di tempatnya bekerja tidak ditulis, ”Saya minta jangan ditulis, saya malas di panggil pihak Polda Metro Jaya.”

Sementara itu, pihak pengelola gedung Aspac, PT Mitra Bumi Griya (penggelola Century Tower), tidak ada satu pun yang mau memberikan keterangan. Namun, diperoleh kabar, sejak Ketua PN Jakarta Selatan merencanakan eksekusi, penjagaan di gudang itu semakin ketat.

Sejauh ini, PT Mitra Bumi Griya seolah percaya diri, karena tetap menyewakan tempat. Selain itu, mereka juga sengaja memberikan tarif sewa khusus kepada tenan yang dianggap punya pengaruh, di antaranya memberikan ruang khusus kepada Partai Demokrat.

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Arbitrase (BANI) Prof Dr Priyatna Abdurrasyid berpendapat surat Hakim Agung Harifin Tumpa itu jelas-jelas sebagai bentuk intervensi terhadap putusan pengadilan .”Surat MA itu membingunkan. Kami tahu keputusan MA itu bersifat final dan mengikat. MA tidak bisa menganulir apa yang sudah diputuskan,” kata Priyatna.

Adanya surat tersebut menunjukan bahwa pejabat MA tidak konsisten dan menimbulkan ketidakpastian hukum.”Saya tidak mengerti bagaimana mereka memandang hukum,” ucapnya.
Anggota Komisi III DPR Patrialis Akbar juga menyayangkan sikap Mahkamah Agung yang tidak konsisten dalam melaksanakan keputusannya yang telah berkekuatan hukum tetap dengan menunda eksekusi Gedung Aspac. “Jika MA bermain-main dengan keputusannya, maka publik akan mencurigai MA main mata dengan para obligor. MA harus diingatkan bahwa kasus BLBI ini adalah kasus besar kasus besar yang perlu keseriusan dari MA,” kata Patrialis.

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPR Djuhad Mahja menegaskan, tidak ada alasan bagi Mahkamah Agung untuk tidak mengeluarkan perintah eksekusi. “Ini bentuk intervensi terhadap keputusan pengadilan,” katanya. sofyan hadi, mahadir romadhon

Entry filed under: AKTUAL, SENSOR HUKUM, TOPIK UTAMA. Tags: .

Kisah Harifin di Perkara Aspac Mantan Petinggi BNI Ditahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 6,970 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Kategori

NOMOR TELEPON PENTING

Pengaduan Hukum & HAM Komnas HAM 021-3925253 YLKI 021-7971378 LBH Jakarta 021-3145518 PBHI 021-322084 POLISI Mabes Polri 021-7218555 Polda Metro Jaya 021-5234000 Polres Jakarta Pusat 021-3909921-22 Polres Jakarta Utara 021-431394 Polres Jakarta Barat 021-5480303 Polres Jakarta Selatan 021-7206004 Polres Jakarta Timur 021-8191476 KODAM Kodam Jaya 021-8090837 Kodim Jakarta Pusat 021-6540103 Kodim Jakarta Utara 021-6512584 Kodim Jakarta Barat 021-5671189 Kodim Jaksel 021-7203070 Kodim Jakarta Timur 021-4804719 PEMADAM KEBAKARAN Jakarta Pusat 021-3841216 Jakarta Barat 021-5682284 Jakarta Timur 021-5852150 Jakarta Utara 021-493045 Jakarta Selatan 021-7694519
Jangan Asal Copy Paste Ya...

%d blogger menyukai ini: